Wakapolda Sumsel Pimpin Gelar Pasukan Power on Hand

Wakapolda Sumsel Pimpin Gelar Pasukan Power on Hand
Foto: ms/lily - Wakapolda Sumsel periksa pasukan pada apel yang digelar, Minggu (25/8)

PALEMBANG, MS - Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan Sik Sh Mh, pimpin Apel Gelar Pasukan Power On Hand Kapolri 'Brimob Untuk Indonesia' bertempat di halaman Mako Detasemen A Pelopor Brimob Polda Sumsel, Minggu (25/8) pukul 08.00 wib.

Selain dihadiri Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, didampingi oleh Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Yuri Karsono, dan Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Doddy Marsidy, Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman, Kabid Propam Polda Sumsel. Kombes Pol Dedi Sofiandi, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, dan Wadansat Brimob Polda Sumsel AKBP Teguh Hardiyo Wibisono.

Fot: ms/lily - Pasukan foto bersama dengan jajaran yang dipimpin Wakapolda Sumsel

Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK SH MH mengatakan jika Apel Power On Hand,  wujud ke siap-siagaan personil dalam menghadapi berbagai situasi ke depan dalam mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Hari ini melaksanakan apel gelar pasukan perwujudan Power On Hand, pak Kapolri dan Kapolda, bahwa kita menunjukkan kesiap-siagaan personil Brimob Polda Sumsel, untuk ditugaskan di mana saja mengamankan negara ini," Ungkap Waka Polda Sumsel. 

Sebagaimana Program Quick Wins Brimob Nusantara, dimana Brimob melaksanakan penugasan atau backup, Brimom Polri sebagai bagian integral dari Polri. Dengan tugas pokok menanggulangi gangguan keamanan dalam negeri. Yang berintensitas tinggi menggunakan senjata api dan bahan peledak. 

Selain itu Brimob juga mempunyai fungsi sebagai satuan Pamungkas Polri yang memiliki kemampuan spesifik serta Brimob juga mempunyai peran membantu melengkapi melindungi memperkuat dan menggantikan tugas kepolisian dalam hal tertentu. Dengan mempertimbangkan kondisi keamanan atau potensi kerawanan yang cukup tinggi di beberapa waktu lalu seperti Surabaya dan Papua. 

Akan tetap Wakapolda Sumsel menuturkan jika, kejadian yang sempat viral di media sosial, seperti kerusuhan di Surabaya dan Papua. Beliau menambahkan jika situasi kondisi di wilayah hukum Polda Sumsel, berjalan kondisi. Dicontohkannya. Kericuhan dilatarbelakangi rasis terhadap mahasiswa warga Papua yang berada di tempat perkuliahan yang menyebabkan warga Papua marah yang berujung perbuatan anarkis. 

Warga dan mahasiswa Papua yang berada di Sumsel ini, tidak terpengaruh. Begitu juga masyarakat lainnya, tidak terprovokasi oleh situasi tertentu atau berita-berita bohong lainnya sehingga tidak melakukan reaksi, "Ini sesuatu yang kita syukuri bahwa Sumsel tetapi dalam keadaan aman," jelasnya.

Sementara AKBP Teguh Hardiyo Wibisono menambahkan personil yang dilibatkan sebanyak 1 Kompi personil Brimob. "Kita mempersiapkan Power On Hand Kapolda dalam rangka menyikapi situasi dan perkembangan hari ini jumlah personil kita siagakan satu kompi dari Detasemen Pelopor yang terdiri dari 1 unit 1 unit KBR serta 1 unit Wanteror," jelasnya.

Selain apel pasukan, dilanjutkan dengan Deklarasi Brimob Nusantara, ditampilkan dengan bendera 17 dengan personil 45 orang, sedangkan bendera merah putih dengan lebar 25 meter panjang 20 meter dibentangkan di halaman Mako Detasemen A Pelopor Brimob Polda Sumsel. (Ly)