Universitas PGRI Palembang Tuan Rumah Webinar Pencak Silat Road to Olympic

Universitas PGRI Palembang Tuan Rumah Webinar Pencak Silat Road to Olympic

Libatkan 20 Provinsi, 8 Negara dan 21 Perwakilan Peserta Akademisi dan Praktisi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Universitas PGRI Palembang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan webinar Pencak Silat Road to Olympic yang dilaksanakan dari tanggal 27 Juli 2020 sampai 29 Agustus 2020, yang secara resmi dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI dalam hal ini diwakili Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Kemenpora RI, Sri Wahyuni, ST, MSc, Selasa (28/7).

Sri Wahyuni saat membuka resmi kegiatan menyatakan sangat berterima kasih kepada Universitas PGRI Palembang karena sudah bersedia mensupport kegiatan yang sangat berpengaruh besar terhadap keberadaan pencak silat di kancah event dunia, Olimpiade mendatang. "Atas nama pemerintah dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga, saya mengucapkan terima kasih atas support keluarga besar Universitas PGRI Palembang terhadap event besar ini. Semoga apa yang menjadi tujuan dapat tercapai," ujar Sri.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyampaikan Universitas PGRI Palembang miliki Fakultas dengan Program Studi Pendidikan Jasmani dan ada kegiatan wajib yang diberikan yaitu pencak silat. Untuk itu seluruh nara sumber dan peserta mohon dalam kegiatan ini dapat dibicarakan agar terlaksana tujuan. Selamat datang dan selamat bergabung. Kami, Universitas PGRI Palembang siap memfasilitasi," kata Bukman saat sambutan di webinar Pencak Silat Road to Olympic.

Pada kesempatan ini Bukman juga menjelaskan bahwa kegiatan ini memperkenalkan pencak silat bisa masuk dalam olimpiade. Melalui road to ini dapat melihat sejauh mana persiapan dan apa-apa yang akan dipersiapkan terutama bagi perguruan tinggi yang konsen terhadap pencak silat melalui program studi olahraga. Selain itu, Universitas PGRI Palembang diakui Bukman di berbagai event olahraga selalu mengukir prestasi. Untuk itu akan dicoba apakah Indonesia mampu membuat pencak silat masuk olimpiade. Melalui kegiatan seperti ini akhirnya ditemukan persoalan, langkah, jalan keluar sehingga pencak silat diterima di olimpiade. "Dua tahun terakhir ini, Universitas PGRI Palembang sudah melangkah mendunia melalui dunia cyber. Sehingga dengan kegiatan pencak silat yang saat ini juga bisa dilakukan virtual. Suatu perguruan tinggi yang memiliki program studi olahraga maka wajib memperdalam berbagai bidang olahraga. Tak saja olahraga dari negara luar tapi pencak silat yang merupakan olahraga Indonesia harus dipelajari dan dikenal mendalam.

Di tempat yang sama, Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, M.Pd mengatakan kegiatan yang dilaksanakan melalui program studi olahraga ini bertujuan selain mempromosikan pencak silat road to olympic juga melihat peluang perolehan medali emas di ajang olimpiade mendatang. "Karena pesertanya bukan saja dari akademisi tapi juga praktisi dengan melibatkan banyak pihak seperti dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, berbagai perguruan tinggi, praktisi pencak silat yang bukan saja nasional namun ada sekitar 8 negara yang terlibat dalam webinar ini sebagai bukti bahwa webinar ini mempunyai tujuan yang besar," kata Dessy.

Ketua Pelaksana Webinar Pencak Silat Road to Olympic, Bayu Iswana, M.Or. mengatakan kegiatan ini juga disupport oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Universitas Muhammadiyah Kaltim, Sentra Pembinaan Atlet Merpati Putih Jawa Barat dan Sport-5. "Universitas PGRI Palembang sebagai tuan rumah kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian. Masyarakat Indonesia merindukan adanya event seperti ini dalam rangka memperjuangkan pencak silat benar-benar bisa masuk ke Olimpiade dan ini artinya peluang besar mendapatkan medali emas di ajang itu. Dukungan Rektor Universitas PGRI Palembang terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Universitas PGRI Palembang merupakan kampus pertama di Indonesia yang melaksanakan kegiatan ini," kata Bayu Iswana seraya menyebutkan bahwa peserta dari berbagai latar belakang di antaranya juara Asian Games, Juara Dunia, Juara Sea Games, pelatih Sea Games, pelatin PON, POMNAS, pelatih muda baik dari dalam maupun luar negeri.

Adapun peserta 120 orang, 21 pemateri yang praktisi dan akademisi (mantan atlet dan pelatih senior yang berasal dari 20 provinsi di Indonesia dan 8 negara seperti Thailand, Belanda, Singapura, Korea Selatan, Cairo Mesir, Jerman, Amerika Serikat dan Argentina. Sedangkan pemateri dan undangan yang terlibat pada kegiatan webinar ini antara lain Asisten Deputi Industri dan Pemuda Olahraga Kemenpora RI, Sri Wahyuni, ST, MSc, Anggota DPR RI Komisi I Dr H Abdul Kharis Alamsyah, H Benny G Sumarsono, Ketua Harian Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa, Ir Taslim Azis, Binpres Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia, Dr Herman Chaniago MM Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi keolahragaan Kemenpora RI, Pengurus Pengprov IPSI Sumsel, Drs Maryatno dari KONI Jabar, Dr Rony Syaifullah MPd Dosen Universitas Sebelas Maret dan Kepala Pelatih Tim Pencak Silat Asian Games 2018, Abbas Akbar, SE MM Pelatih Pencak Silat Asian Games 2018, Dr Haris Nugroho, M.Or Dosen Universitas Sebelas Maret, Hendro Wardoyo MPd (Dosen Universitas Negeri Jakarta), Dian Kristianto, SPd (pelatih pencak silat Sea Games 2019), Indro Catur, MPd (Kepala Pelatih Nasional Pencak Silat Seagames 2019), Dr Awan Hariono,M.Or (Dosen Universitas Negeri Yogyakarta), Andy Zulkarnaen ST (pelatih pencak silat Thailand), Drs Ferry Hendrasin (pelatih nasional pencak silat Asian Games 2018), Ari Faizal, M.Or, MPd (dosen Akornas), Edy Suhartono (pelatih nasional pencak silat Asean Games 2018), Dr Johansya Lubis, MPd (dosen FIO Universitas Negeri Jakarta) serta Bayu Iswana, M. Or (dosen Universitas PGRI Palembang). (saf)