UKM UBD Programmer Bantu Layanan Administrasi Kelurahan Berbasis Android

UKM UBD Programmer Bantu Layanan Administrasi Kelurahan Berbasis Android

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Bertempat di Aula Prof. Ir. H. Bochari Rachman, M.Sc. Kampus Utama Universitas Bina Darma menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Layanan Masyarakat Desa Melalui Aplikasi Administrasi Desa Berbasis Android Mendukung Era Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Bina Darma tergabung dalam UKM Bina Darma Programmer bekerjasama dengan kelurahan Enam-belas Ulu Kecamatan Seberang Ulu Dua. 

Kegiatan ini merupakan hasil seleksi yang lolos didanai tahun 2019 sebanyak 90 proposal dari Dirjen Belmawa Kementerian Ristekdikti melalui Program Hibah Bina Desa dari jumlah proposal yang masuk sebanyak 2.190 proposal. 
“Anak-anak ingin mengimplementasikan layanan administrasi desa melalui aplikasi berbasis android di kelurahan Enam-belas ulu. Dengan diterapkanya layanan administrasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus surat-menyurat. 

Aplikasi berbasis android ini digunakan untuk membuat surat pengantar dari ketua RT ke kelurahan. Masyarakat yang akan membuat surat di kelurahan tentu membutuhkan surat pengantar dari ketua RT seperti pembuatan surat keterangan, surat pernyataan dan lain-lain. Surat keterangan dari RT biasanya menggunakan selembar kertas dengan tanda tangan ketua RT. Adanya aplikasi ini pengantar dari RT tidak menggunakan surat berupa kertas, melainkan keterangan RT dibuat melalui aplikasi yang terintegrasi dengan sistem yang ada di kelurahan. 

Dalam rangka menjalankan program ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi. 

Nantinya pengembangan aplikasi akan dilakukan agar aplikasi semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan aplikasi ini dapat diterapkan di RT dan kelurahan lainnya. Jika aplikasi ini di operasionalkan secara baik dan benar tentu akan membuat para pengguna nya mudah dalam membantu pekerjaan yang biasa dilakukan memakan waktu yang lama atau sulit dengan ini bisa dilakukan secara efektif dan efisien, akan tetapi kendala dalam pengeimplemtasian aplikasi ini adalah sulitnya melakukan penginputan data penduduk yang jumlahnya banyak oleh pihak kelurahan dan lagi diterima atau tidaknya oleh penduduk setempat yang masih belum mau meninggalkan kebiasaan lama dan mungkin kesulitan dalam penggunaan teknologi yah kita tau gak semua orang mengerti teknologi apalagi di era revoulusi industry 4.0 mengingat banyak juga penduduk yang sudah berumur cukup tua yang membuat dia agak susah memahami aplikasi ini tapi itu bisa dibantu dengan anggota keluarga lain yang sekiranya sudah cukup mengerti dan paham mengenai aplikasi ini di sini kami juga sudah melakukan pendampingan ke pada ketua-ketua rt yang ada pada kelurahan enam belas ulu agar mereka benar-benar bisa dan tidak melakukan kesalahan dalam penggunaan aplikasi ini.

Sampai pada tahap ini kami akan memantau perkembangan penggunaan aplikasi ini apakah worth it atau tidak dalam kelurahan enam belas ulu, diharapkan bisa berjalan sesuai rencana dan menjadi kan kelurahan enam belas ulu lebih maju dan unggul serta menjadi contoh bagi kelurahan-kelurahan yang lain dalam pemanfaatan teknologi untuk membantu proses pelayanan adminstrasi desa.(rel)