Lapas Muaraenim Kedatangan Tim Irjen Kemenkum HAM

Lapas Muaraenim Kedatangan Tim Irjen Kemenkum HAM

MUARAENIM, MEDIASRIWIJAYA - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim kedatangan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka tahapan lanjutan  Evaluasi Komponen Hasil Satuan Kerja Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani WBBM, Kamis (18/6).

Sebagaimana diketahui bahwa Lapas Muaraenim sebelumnya pada tahun 2019 telah mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Tahun 2020 ini perjuangan masih berlanjut untuk menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kedatangan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM tersebut menjadikan rasa kebanggaan tersendiri bagi segenap jajaran Pegawai Lapas Muaraenim, dikarenakan rasa perhatian yang penuh dari stakeholder Kementerian Hukum dan HAM dalam menstimulus Satuan Kerja untuk terus maju menjadi lebih baik yang pada akhirnya dapat menjadi bagian dari wujud pelaksanaan Good Governance. Kunjungan tersebut berdasarkan Surat Perintah Inspektur Jenderal Nomor ITJ.KP.04.01.5-31 tanggal 23 April 2020 yang terdiri atas Ichsanudin Eko Saputro selaku Pengendali Tekhnis, Dwi Ari wibowo selaku ketua tim, Gess Lutfi selaku anggota dan Silvina Sari selaku anggota.

Pada kesempatan tersebut Ichsanudin Eko Saputro selaku Pengendali Tekhnis mengatakan untuk terus bersemangat dalam melakukan Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM. "Saya turut bangga bahwa sebelumnya Lapas Muaraenim telah mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan saat ini terlihat kemajuan dari yang sebelumnya untuk mendapatkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)," tutur Eko.

Ichsanudin Eko Saputro berpesan WBK/WBBM ini hanyalah sekup kecil dalam melakukan perubahan, namun yang menjadi makna terbesarnya adalah jadikan semua ini, hal yang bernilai Ibadah di hadapan Sang Pencipta. "Pembangunan WBK/WBBM ini bukan semata-mata berorientasi pada predikat namun lebih dari itu bahwa orientasi yang besarnya merupakan Upaya pemerintah dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi dan pada akhirnya terwujudnya tata kelola pemerintah yang baik (Good Governance)," imbuhnya.

Selaras dengan hal di atas Kepala Lapas Muaraenim, Herdianto menyampaikan bahwa daya juang segenap pegawai Lapas Muaraenim tertanam dengan kuat. Untuk tercapainya pembangunan ZI WBBM termanifestasi pada jalannya tugas dan fungsi pegawai secara baik serta memastikan hadirnya pemberian pelayanan prima kepada masyarakat. “Lapas Muaraenim terus mengembangkan inovasi-inovasi dalam pelayanan publik serta berkomitmen menjadi ASN yang berintegritas. Kerjasama yang baiklah, yang menjadikan semua perubahan baik ini dapat terlaksana. Lapas Muaraenim optimis raih Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” ujar Herdianto. (ganda)