Bawaslu - KPU Ogan Ilir Dihadiahi Empat Ekor Tikus

Bawaslu - KPU Ogan Ilir Dihadiahi Empat Ekor Tikus
Foto:IST - Orasi di depan pintu gerbang Lpmisi Pemilihan Umum dan Bawaslu OI

INDRALAYA, MEDIASRIWIJAYA --Dua orang yang mengatasnamakan Mr Y dan Mr O perwakilan dari relawan pasangan calon Ilyas-Endang, Rabu siang (14/10) menggelar aksi orasi di depan pintu gerbang Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir di Jalintim Km 35 Indralaya-Kayuagung. Orasi yang berlangsung selama lebih kurang satu jam tersebut, dijaga ketat ratusan aparat terdiri dari Kepolisian, TNI dan Sat Pol PP OI. Dalam tuntutannya, Mr Y menyampaikan beberapa tuntutan yang mana menurut mereka  keputusan diskualifikasi yang dikeluarkan oleh KPU OI menjadi sebab musabab kegaduhan politik di bumi "Caram Seguguk". 

Oleh sebab itu kedua penyelenggara Pilkada tersebut harus bertanggung jawab bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Adapun tuntutan dari dua orang relawan Ilyas-Endang ini meminta agar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan komisioner KPU-Bawaslu dan mengecek seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh Komisioner KPU - Bawaslu OI. "Berhentikan Komisoner KPU-Bawaslu OI dan cek harta kekayaan yang dimiliki oleh para komisioner KPU-Bawaslu," ucapya Mr Y melalui megaphone di hadapan petugas kepolisian dan Angggota KPU serta perwakikan Bawaslu yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi aksi dua warga tersebut.

Selain menyampaikan tuntutan, relawan tersebut juga mengancam akan menduduki kantor KPU-Bawaslu dengan menurunkan ribuan massa dari seluruh penjuru desa di Ogan Ilir. "Kami akan menurunkan ribuan massa yang mana dari setiap desa se Ogan Ilir  akan diwakili sebanyak 250 orang," pungkasnya. 
Setelah menyampaikan tuntutannya kedua relawan Ilyas- Endang memberikan Al-Quran kepada Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi dan empat tikus berwarna putih yang diberikan 2 ke KPU OI sedangkan 2 ekor lainnya ke Bawaslu OI. Aksi teatrikal ini berjalan dengan damai.

Menanggapi tuntutan dari dua relawan Ilyas-Endang Rusdi Daduk yang didampingi ketua KPU Massuryati mengatakan apa yang disampaikan adalah hal biasa dalam demokrasi setiap masyarakat berhak menyampaikan pendapat di depan khalayak umum. "Kami mengapresiasi sejumlah tuntutan tersebut terkait tuduhan KPU main mata itu hak mereka menyampaikan pendapat. Kita bekerja secara profesional dan tidak berpihak kepada pasangan mana pun," jelasnya saat ditemui sejumlah awak media di depan Kantor KPU OI.(Ber)