Balai BPOM Palembang Targetkan Penurunan Tingkat Pelanggaran di Tahun 2021

Balai BPOM Palembang Targetkan Penurunan Tingkat Pelanggaran di Tahun 2021
foto: IST - Kepala Balai BPOM  Kota Palembang Yosef Dwi Irwan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Palembang gelar sosialisasi penyebaran informasi produk omkaba dalam rangka media gathering di aula balai besar BPOM Palembang, Kamis (25/2).

Kepala Balai BPOM  Kota Palembang Yosef Dwi Irwan mengatakan untuk memutus mata rantai peredaran obat dan makanan ilegal salah satunya kami memaparkan tentang bagaimana obat dan makanan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan."Teman-teman media agar bisa menjadi penyampai  informasi  dari kami yang melanjutkan menyebarkan kepada keluarga maupun masyarakat sehingga dapat terus meningkatkan upaya-upaya untuk memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman, berhasiat serta bermanfaat," ujarnya.

Lebih lanjut Yosef menuturkan, ini  menjadi salah satu upaya dan ikhtiar dari BPOM untuk mengajak media sebagai salah satu ujung tombak yang memberikan informasi kepada masyarakat yang sering terjun langsung kemasyarakat sehingga bisa bermitra dengan BPOM. "Target di 2021 agar menurunnya tingkat pelanggaran sehingga menjadi daya saing bagi produk lokal untuk tumbuh berkembang apalagi dimasa pandemi covid-19 tentu kita tahu ekonomi mengalami sedikit goncangan tetapi kami akan memberikan kontribusi positif kepada  pelaku usaha dalam menggerakan ekonomi Sumsel,"katanya.  

Yosef menjelaskan untuk himbauan kepada produsen teruslah tetap mengikuti peraturan yang berlaku dalam memproduksi produk sesuai dengan ketentuan dan jangan menggunakan barang-barang yang berbahaya serta mengurus legalitasnya di BBPOM Palembang. "Harapan kami kepada  masyarakat  tentunya dapat menjadi masyarakat yang cerdas , bijak serta  mampu melindungi diri sendiri maupun keluarga dari obat dan makanan ilegal yang merusak kesehatan dengan cara cek kemasan, lebel, kadaluarsa sebelum membeli atau mengkonsumsinya," harapnya.

Yosef menambahkan tindakan kepada produsen yang melakukan berulang-ulang melanggar ketentuan BPOM dalam menjual produknya. "Apabila terus berulangkali melakukan pelanggaran bisa dilakukan upaya-upaya penegakan hukum yang  lebih represif dalam rangka memberikan efek jera kepada produsen untuk melindungi masyarakat," pungkasnya. (rel)