9 Personil Polda Dipecat, Mayoritas Kasus Narkoba

9 Personil Polda Dipecat, Mayoritas Kasus Narkoba

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri, pimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Anggota Polda Sumsel, yang terlibat narkoba dan disersi bertempat di Gedung Rekonfu Mapolda Sumsel, Senin (29/6).

Sebanyak 9 anggota polisi Polda Sumsel, dimana 8 personel terlibat dalan kasus narkoba yang sudah memiliki keputusan pengadilan dan satu personil tersangkut kasus disersi.

Kapolda berharap dengan upacara PTDH tersebut dapat menjadi pembelajaran dan sarana introspeksi diri bersama agar pengawasan serta pengendalian kepala satuan kerja lebih ditingkatkan lagi. “Kita harapkan tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing personil di satuan kerja ataupun satuan wilayah. Teruslah tingkatkan kinerja, inovasi dan motivasi untuk menjadi insan Bhayangkara yang berprestasi," ujarnya.

Ditambah Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, 9 personil yang kena PTDH yaitu Bripka SYH Ba Polrestabes Palembang, Bripka LRT Ba Biddokes (sakit stroke) Narkoba, Bripda DRM Ba Polres Banyuasin terkait kasus Narkoba, Bripda SNY Ba Polres Banyuasin terkait kasus Narkoba, Brigadir SYD Ba Polres Banyuasin terkait kasus Narkoba, Brigadir SKM Polres Banyuasin atas kasus Narkoba, Aipda AZ Biddokes. Narkoba, Bripda AP Ba Ditsamapta (Narkoba dan Disersi) dan Brigadir AD Ba SatBrimob (Disersi). "Kapolda memberikan hukuman kepada jajaran Polda dan Polres siapa pun yang melakukan pelanggaran atau melakukan kejahatan akan diberikan hukuman yang setimpal. Jadi tidak ada pandang bulu seperti yang disampaikan beliau hukum tegak walaupun anggota telah melakukan pelanggaran atau melakukan pidana akan dikenakan sanksi," tegas Kabid Humas Polda Sumsel, Selasa (30/6).

Dari 9 anggota yang PTDH, dijelaskan Kabid Humas Polda Sumsel, 9 personil yang di PTDH sebagian besar terlibat dalam kasus peredaran narkoba. "Ini 9 orang ini mayoritas terkait dengan kasus narkoba rata- rata mereka ini pengedar, kalau dia penguna pasti ringan hukumannya dan ada beberapa anggota yang melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," jelas Kabid Humas.

Tindakan tegas dan upaya mencegah peredaran narkoba di tubuh Polri, jelas ditegakkan dan dijalankan. Bahkan baru-baru ini Kapolda Sumsel memberikan'Surat Penebusan Dosa' bagi anggota Polri yang mengkonsumsi narkoba. Pengampunan dosa ini hanya berlaku 5 hari sejak dikeluarkan dari tanggal 10 Juni hingga 15 Juni 2020 di jajaran Polda Sumsel dan 17 Polres.
"Betul kemarin Kapolda sudah membuat Surat Pengakuan Dosa, yang memiliki batas waktu oleh Kapolda sampai tanggal 15 Juni bagi anggota yang masih 'menggunakan' itu garis bawahi 'pengguna' supaya melaporkan diri kepada Polres masing-masing untuk dilakukan rehabilitas perbaikan jika lewat dari tanggal itu apabila tertangkap maka akan diproses sesuai dengan hukum dan semestinya," ingat Kombes Pol Supriadi.

Sudah diberi waktu beliau sampai tanggal 15 Juni kemarin supaya melaporkan apabila sudah melaporkan akan kita lewat dari situ tertangkap dan dia tidak melaporkan akan diproses sesuai dengan peraturan. "Sampai ini berlaku kita belum melakukan pengecekan karena surat pengakuan dosa ini tersebar di 17 Polres bukan hanya di tingkat Polda, nanti akan kita cek itu dari tanggal 10 juni sampai tanggal 15 Juni," ujarnya. (Ly)