Tersangka Pembuat KTP Palsu Ditangkap

Tersangka Pembuat KTP Palsu Ditangkap
Foto: Reno (kanan) Pembuat KTP Palsu di Tulung Selapan Ditangkap, Digunakan Untuk Pinjaman Online dan Tipu Rental Mobil.

Digunakan untuk Pinjaman Online

KAYUAGUNG, MEDIASRIWIJAYA - Reno (33) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan ditangkap karena membuat KTP palsu. Sejak bulan Mei, Reno menerima jasa pencetakan e-KTP dan NPWP palsu. Bahkan dari aksinya sudah sekitar 100 lembar KTP palsu yang sudah dicetak.

Reno mengaku, dalam menjalankan aksinya dia hanya bermodal printer, laptop dan kertas PPC. "Saya lakukan ini karena terhimpit ekonomi, hanya untuk memenuhi kebutuhan anak istri," katanya, di Mapolres OKI, melansir tribunsumsel, Rabu (9/10).

Diakui Reno, sudah ada 100 lembar KTP dan NPWP yang dicetak. Untuk datanya sendiri berasal dari warga yang meminta bantuan jasanya. Pemesan cukup mengirim identitas diri melalui aplikasi WhatsApp. Nantinya, hasil pencetakan KTP palsu dikirim kembali kepada pemesan. Satu lembar KTP dibayar Rp 50 ribu hingga Rp150 ribu," ujarnya.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Donni Eka Syaputra mengungkapkan, penangkapan ini berdasarkan laporan warga Pelaku sudah beberapa kali bertranskasi pembuatan KTP palsu. "Untuk sementara pelakunya tunggal tapi masih akan kami dalami lebih jauh lagi," tegasnya.

Ditambahkan Kapolres, hampir sebagian KTP dibuat kemudian digunakan untuk bisa melakukan transksi online dan penipuan. "KTP tersebut biasanya digunakan untuk rental mobil, dan transaksi pinjaman melalui online, dimana hal tersebut mengharuskan membuat data sesuai KTP palsu atas kejadian tersebut banyak orang yang tertipu," ujarnya.

Dalam melancarkan aksinya Reno memang sudah mahir mengedit data tersebut, dikarenakan ia yang juga memiliki basic profesi sebagai fotografer serta memiliki alat pendukung. "Alat yang digunakan tersangka yakni printer merek epson, laptop hp, dan kertas poto," ucapnya

Untuk sementara, KTP yang beredar ini bukan hanya di Sumsel saja tetapi juga sudah sampai di luar Sumsel. "Dalam pembuatan KTP palsu, pesanan tersangka sudah sampai hingga luar daerah bahkan luar provinsi," tegasnya.

Dilanjutkan Kapolres Pelaku melanggar UU Tentang Administrasi Kependudukan No 24 Tahun 2013 dikenakan Hukuman 10 tahun dan denda Rp1 miliar. "Tersangka dapat dipenjara dengan hukuman hingga 10 tahun perjara dan denda," tutupnya.(net)