Spesialis Curanmor Tewas Didor

 Spesialis Curanmor Tewas Didor
foto:mediasriwijaya.com/lily

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Tersangka Abdul Latif alias Leo alias Bungkuk Bin Ahmad Jauhari  (32), spesialis curanmor di Kota Palembang, tewas mengenaskan tertembus timah panas petugas Tekab dan Pidum Polresta Palembang, lantaran saat hendak ditangkap di kawasan Jalan HB Motik Alang Alang Lebar Palembang, berusaha melawan petugas. Selasa (12/2) Pukul 03.30 wib.

Kapolresta Palembang. Kombes Pol Didi Hayamansyah, mengatakan penangkapan tersangka Bungkuk, warga Jalan KI Marogan Lorong Bahagia Kecamatan Kertapati. Setelah petugas mengetahui keberadaan tersangka yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus 3 C  (curas, curat dan curanmor), terpaksa dilakukan tindakan tegas karena saat proses penangkapan melukai seorang anggota polisi.

"Petugas kami dari jajaran Reskrim Polresta Palembang, berhasil menangkap DPO yang selama ini, betul- betul meresahkan masyarakat" ungkap Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi W.

Tersangka Bungkuk ini menjalankan aksinya dengan modus, di mana tersangka Bungkuk dalam setiap aksinya, tidak segan- segan melukai setiap korbannya,  untuk kasus curanmor modal kunci hanya hitungan detik membawa kabur motor korban. Untuk kasus bongkar rumah korbannya, tersangka selalu memonitor rumah korban jika kosong baru tersangka membongkar pintu dan jendela, setelah masuk tersangka mengambil harta benda berharga korban terutama motor. "Setidaknya, tersangka ini terdapat puluhan TKP, tetapi jika dilihat dari laporan yang ada sekitar 30 LP (laporan polisi), yang dilakukan tersangka tetapi yang sudah dilaporkan anggota Tekab ada 9 LP masyarakat yang ditemukan, dengan kasus curas curat dan curanmor"  jelasnya.

Masih dikatakan Kapolresta Palembang, dari 9 LP yang disampaikan masyarakat di pihak kepolisian dalam hal ini di Tim Tekab, terdiri kasus curas- curat dan curanmor. "Saat ini kasus curanmor ada lima yang dilaporkan dari 9 LP yang terdata, mudah- mudahan nanti dari Polsek dan polres akan kita data lagi apakah ada LP- LP yang lain," jelasnya.

Tersangka bungkuk terpaksa ditembak karena saat hendak ditangkap di kawasan TKP usai dari Kampung Baru Kecamatan Sukarami Palembang, membahayakan nyawa petugas saat dalam proses penangkapan.

 

"Karena yang bersangkutan melawan petugas, sehingga kita lakukan tindakan tegas, membuat tersangka meninggal dunia, karena kita sudah komit, jajaran Polresta akan melakukan tindakan tegas dan terukur apabila yang bersangkutan melawan petugas" ingatnya.

Tersangka Bungkuk ini, untuk wilayah aksinya, pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Palembang, masih melakukan koordinasi dengan Polres samping yang berbatasan langsung dengan Polresta Palembang, apakah ada TKP lain.(Ly)