Ratusan Santri Ziarahi Syech Djalalludin

Ratusan Santri Ziarahi Syech Djalalludin
Ratusan santriwan/santriwati dan ustadz/ustadzah, melakukan ziarah kubur makam Syech Djalalludin di dekat Jembatan Samad, Desa Karang Raja, Muaraenim, Selasa (22/10).(Foto Ist)

MUARAENIM, MEDIASRIWIJAYA - Masih dalam rangkaian memperingati Hari Santri ke-6. Ratusan santriwan/santriwati dan ustadz/ustadzah melakukan ziarah kubur makam Syech Djalalludin di dekat Jembatan Samad, Desa Karang Raja, Muaraenim, Selasa (22/10/2019).

Dari pengamatan di lapangan, setelah menggelar upacara memperingati Hari Santri ke-6, sebagian besar santri dan dewan guru terlihat berjalan kaki dan naik kendaraan menuju ke pemakaman Syech Djalalludin dan istrinya.

Setelah itu, mereka mendoakan dan bersama-sama melakukan peramalan di Masjid Syech Djalalludin.

Namun sayang, tempat pemakamannya agak kurang terawat padahal seharusnya merupakan situs bersejarah terutama bagi Kabupaten Muaraenim.

Menurut Rois Syuryah PCNU Kabupaten Muaraenim Kiyai Miftah mengatakan bahwa Syech Djalalludin atau yang dikenal dengan Puyang Karang Enim,  adalah penyebar agama Islam pertama
di Kabupaten Muaraenim sekitar tahun 1312 M.

Selama di Muaraenim, ia hidup bersama istrinya Maimunah. Dan beliau wafat pada tahun 1422 M atau berusia 110 tahun.

"Syech Djalalludin Rohmatullah ini, adalah zuriat nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Masih dikatakan Miftah, meski dirinya dan bersama-sama teman-temannya melakukan ziarah ke makam Syech Djalalludin, tetapi belum tahu secara pasti sejarah beliau seperti datang ke Indonesia melalui jalur mana, kerabatnya dimana dan lain-lain.

Tetapi meski belum tahu sejarahnya, setidak kita sudah mengetahui siapa dia (Syech Djalalludin), dan berkat dia kita bisa menikmati Islam.

Pihaknya berharap menjadi perhatian Pemkab Muaraenim, sebab beliau merupakan bagia sejarah terbentuknya kota Muaraenim.(net)