Penyelenggara Paket Umroh Ditipu Calon Jemaah

Penyelenggara Paket Umroh Ditipu Calon Jemaah
(Foto Mediasriwijaya.com/Lily)

Modus Korban Struk dan Kecelakaan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Merasa ditipu korban Emir Faisal (38), Direktur PT Sako Utama Wisata (umrah dan wisata), mendatangani Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, seorang diri untuk melaporkan seorang oknum calon jemaah. Minggu (27/1) pukul 16.00 wib.

Korban Emir Faisal, warga Jalan Melati 1 No 23 RT 047 RW 08 Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang ini di hadapan petugas penyidik SPKT mengatakan jika dirinya telah menjadi korban penipuan yang modus pelaku tergolong unik, mengirim foto struk transaksi Bank melalui Via SMS WhatsApp yang ternyata palsu.

"Saya datang ke sini terkait kasus penipuan, kitakan kalau transaksi melalui WhatsApp biasa, tapi kalau penipuan melalui telpon atau SMS minta pulsa itu sudah umum. Nah saya baru bertemu kasus seperti ini. Mengunakan struk palsu," ungkap Emir Faisal.

Diceritakan korban Emir Faisal. Sabtu (26/1) pukul 11.00 wib dirinya yang baru pulang mengantar jemaah umrah saat berada di Kantornya yang beralamat di Jalan Kampar Raya No 4 Perumnas Sako Palembang, mendapatkan chatting WhatsApp dari nomor 0852-1521 5338 atas nama Juliansyah, tanpa ada rasa curiga.

"Saya punya biro perjalanan umroh, dia (pelaku) menanyakan seperti umrah yang lain, pelaku menanyakan harga kita sampaikan jika harga umrah 1 orang Rp 45 juta," jelasnya.

Masih dikatakannya, dalam chatting WhatsApp tersebut, Pelaku Juliansyah mengatakan jika dirinya mau pesan umroh plus Turki sebanyak 3 orang harga perorang Rp 45 juta, dengan ketentuan harus membayar DP Rp 10 juta/perorang dengan total Rp 30 juta. Sebagai bentuk jadi, pelaku Juliansyah ini menunjukan struk (palsu) transaksi uang Rp 30 juta, dari ATM Bank Mandiri ke Bank Mandiri Syariah melalui SMS WhatsApp.

Namun selang satu jam pelaku melalu SMS mengatakan jika ada 1 orang membatalkan keberangkatan dan meminta uang DP Rp 10 juta.

"Dia memberitahu bahwa ada 1 dari 3 jemaah ibu batal, kata dia istrinya jatuh dari kamar mandi, saya mikirnya kalau dia jatuh berarti musibah. Dia bilang bisa gak dikembalikan uangnya (DP) iya saya bilang, saya transfer Rp 10 juta dari rekening pribadi" akunya. Karena pelaku mengirim uang baru satu jam, korban Emir Faisal mengembalikan uang tanpa potongan, uang DP sebesar Rp 10 Juta melalui rekening pribadi ke nomor rekening Bank Mandiri 1520013818634 atas nama pelaku Randy yang diduga nama asli pelaku Juliansyah.

Kemudian selang beberapa jam pelaku Juliansyah kembali SMS korban Emir, mengatakan jika dirinya akan melunasi sebesar Rp 45 juta. Lagi- lagi pelaku ini SMS mengatakan ada 1 orang lagi melakukan pembatalan keberangkatan, dan meminta kembali uang DP, dengan alasan anaknya tertabrak. Alasan kedua ini lah yang membuat korban sadar, jika dirinya telah menjadi korban.

"Nah di situlah saya curiga saya tidak pernah bertemu dengan calon jemaah, yang melakukan cancel minta uang hari itu" ujarnya.

Masih dikatakan Emir Faisal. "Saya tanya sama staf di kantor ini hari apa? Di jawab hari Sabtu, astagfirullah Sabtu ini, biasanya mereka melakukan penipuan karena bank tutup, " ujar Emir.

Mengetahui dirinya sudah menjadi korban penipuan, korban Emir Faisal langsung menghubungi pihak Bank Mandiri Syariah melalui call center. Barulah tahu jika tidak ada transper dana Rp 30 juta dan Rp 45 juta masuk ke rekeningnya, dan jika ingin memblokir harus ada laporan polisi.

"Saya call center kata mereka tidak ada transaksi masuk baik Rp 30 juta maupun Rp 45 juta, di situ saya tanya betul- betul dan memang tidak masuk, saya minta blokir, kata pihak bank mengarahkan saya harus melapor ke polisi dulu" jelasnya. Laporan korban diterima petugas dengan Laporan polisi nomor LPB /98/1/2019/SPKT, dimana pelaku terancam Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP.(Ly)