Pemuda Desa Produksi Gitar Listrik

Pemuda Desa Produksi Gitar Listrik
Ilustrasi gitar listrik

INDRALAYA, MEDIASRIWIJAYA – Berbekal keahliannya dalam mengolah kayu menjadi lemari dan kusen, Hidayatullah (42), warga Desa Sentul, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mulai mencoba merambah ke dunia baru dalam kerajinan kayu.

Sejak beberapa waktu lalu, dengan alat yang ia miliki pria yang akrab disapa Dayat ini mulai membuat gitar listrik. Dikatakannya, ia mulai mencoba hal yang sebenarnya baru ditemuinya tersebut berawal dari permintaan temannya.

“Waktu itu sempat menolak, tapi terus diminta (teman) untuk memperbaiki atau mereparasi gitar listriknya jadi saya coba meski tidak tahu hasilnya bagaimana,” katanya, melansir fornews, Sabtu (07/12).

Setelah itu, lanjutnya, gitar yang ia perbaiki bodinya tersebut mulai dilakukan uji coba oleh temannya tersebut dan hasilnya tidak mengecewakan. “Alhamdulillah, katanya cukup baik meski mungkin tidak sebaik gitar buatan pabrik,” ujarnya.

Pasca refarasi itu, tambahnya, ternyata ada yang tahu dan mulai ada lagi yang minta refarasi bahkan minta dibuatkan satu gitar utuh. Dan hingga saat ini lebih dari lima gitar yang ia buat. 

“Karena sudah menyelesaikan satu jadi diterima, dan respon yang minta dibuatkan tadi cukup baik. Bahkan salah satunya sudah ada yang dipakai oleh pemain musik di grup orkes lokal,” tambahnya.

Terkait bahan yang digunakan juga bukan bahan kayu biasa dan merupakan salah satu kayu primadona di Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu kayu Tembesu atau yang juga dikenal dengan ‘Raja Kayu’. “Bahannya insyaallah kalau ada yang mau pesan siap. Karena sudah cukup banyak yang pesan jadi sudah ada beberapa bentuk,” jelasnya.

“Kalau kesulitan itu sebenarnya tidak begitu ada, hanya ketika akan menggabungkan antar bagian-bagian pada gitar. Karena agar hasilnya sempurna sambungannya harus baik dan rapih,” lanjutnya.

Masih kata Dayat, untuk membuat satu gitar secara utuh biaya besar terdapat pada alat diluar bodi gitar seperti begian mesin dan bagian-bagian lainnya. “Itu tergantung yang pesan, kalu mau yang cukup bagus harganya sekitar Rp3 juta. Karena itu biayanya cukup besar jadi sementara saya sebatas membuat bodi gitar dan memasang alatnya,” ungkap pria dari tiga anak ini.

Mengenai rencana ke depan, dirinya berharap gitar handmade karyanya ini bisa masuk toko untuk dipasarkan di ruang yang lebih besar karena hingga saat ini promosi gitar buatannya hanya melalui media sosial dan dari cerita masyarakat.(net)