Gubernur: Tidak Semua Pengembang Baik

Gubernur: Tidak Semua Pengembang Baik
Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri diskusi tema 'Menyukseskan Program Penyediaan Perumahan Bagi MBR' di hotel Aryaduta, Selasa (22/10).(Foto ist)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Pengadaan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih terkendala dan memerlukan subsidi silang dan kerja sama dari semua pihak. Menyikapi hal ini, Gubernur Sumsel memiliki beberapa usulan salah satunya tim quality control, karena tidak semua pengembang baik.

Gubernur juga berupaya segera mengusulkan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). "Mumpung ini masih kabinet baru kami akan usulkan ke pemerintah pusat untuk membebaskan BHPTB," ujarnya dalam  diskusi tema 'Menyukseskan Program Penyediaan Perumahan Bagi MBR' di hotel Aryaduta, melansir globalplanet, Selasa (22/10).

Ada banyak faktor yang menyebabkan permasalahan pengadaan rumah bagi MBR. Menurut HD hingga saat ini ada backlog kepemilikan rumah di angka 480 ribu lebih terutama bagi masyarakat yang telah berumah tangga namun belum memiliki rumah.

"Kesulitan pemenuhan rumah bagi MBR ini apakah karena faktor harga, lokasi, dan ketersediaan transportasi umum, atau calon konsumen yang tidak memiliki kemampuan untuk meminjam dana di bank serta proses peminjaman yang rumit sementara masyarakat kita saat ini banyak yang bekerja di sektor non formal tanpa slip gaji," ujarnya.

Untuk itu, mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dua periode ini meminta kepada pihak pengembang dan perbankan agar dapat memberikan diskon kepemilikan rumah bagi MBR, yang dapat dilakukan misalnya dalam efisiensi penggunaan semen tanpa mengurangi kualitas. Selain itu, pengadaan fasilitas umum seperti air bersih dan tegangan listrik pun harus mendapat perhatian dari pengembang, begitu juga dengan kelayakan hunian dalam pembagian sekat ruangannya harus memenuhi standar.

"Saya minta kepada Dinas PU untuk membentuk tim quality control, sebab tidak semua pengembang baik. Tim ini terdiri dari pengembang, lembaga konsumen, dan pemerintah yaitu PU. Adanya tim ini nanti untuk mengurangi keluhan di kemudian hari atas rumah bagi MBR," jelasnya.(net)