BEM UIN RF Gelar Aksi Solidaritas

BEM UIN RF Gelar Aksi Solidaritas
Foto: Ratusan massa aksi, dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, mengelar aksi solidaritas terhadap dua rekan mereka yang meninggal dunia pada aksi 24 September kemarin di Sulawesi Tenggara.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Ratusan massa aksi, dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, mengelar aksi solidaritas terhadap dua rekan mereka yang meninggal dunia pada aksi 24 September kemarin di Sulawesi Tenggara. Massa aksi mahasiswa ini dipimpin oleh Ketua BEM UIN RF Palembang Rudianto Widodo, Koordinator Aksi oleh Ahmad Fahrozi dan koordinator lapangan oleh Ahmad Rivai berempat di depan pintu masuk Mapolda Sumsel, Kamis (3/10) pukul 15.00 wib.

Koordinator aksi, Ahmad Fahrozi mengatakan aksi yang digelar mahasiswa UIN RF Palembang, sebagai bentuk solidaritas, dengan semangat solidaritas para massa longmach dari Kampus UIN menuju Polda Sumsel. "Ini aksi solidaritas, untuk kawan-kawan mahasiswa yang telah gugur pada tanggal 24 September kemari di Kendari," ungkapnya.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menuntut Kapolda Sumatera Selatan menyampaikan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas dan menindak tegas oknum pelaku penembakan terhadap mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara serta bertanggung jawab atas kematian peserta aksi tersebut.
 
Mengecam keras segala bentuk tindakan represif yang dilakukan oleh aparat terhadap mahasiswa pada tanggal 24 September 2019 kemarin di DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan pada aksi-aksi lain oleh mahasiswa terkhusus di Provinsi Sumatera Selatan. Terakhir meminta kepada pihak kepolisian untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi selaku aparat yang mengayomi dan melayani masyarakat. "Tuntutan menindak tegas bentuk-bentuk tindakan represif dari pihak Polri kepada mahasiswa peserta aksi 24 September kemarin. Sebagai bentuk peringatan kami membawa kereta kuning, sebagai peringatan kepada Polri wawasannya Polri melanggar dan kami mengingatkan agar jangan sampai ada lagi hal-hal yang kemarin terjadi" ingatnya.

Terkait apa yang menjadi tuntutan massa aksi, Polda Sumatera Selatan diwakilkan langsung oleh Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, di hadapan massa mahasiswa menjelaskan, jika apa yang menjadi tuntutan massa aksi telah dipenuhi. "Terkait adanya mahasiswa yang meninggal di Kendari, perlu diketahui saat ini aspirasi sudah ditindaklanjuti oleh pimpinan kita, Kapolri, dimana kita sudah melakukan investigasi dan proses hukum," jelas Kapolresta Palembang.

Bukan hanya itu. masih dikatakan Kapolresta Palembang, pihaknya selalu terbuka dan melakukan tugas sebagaimana sebagai pelayan, pengayom kepada masyarakat. "Setiap melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat dalam pengamanan selalu kita kawal mulai dari lokasi star sampai dimana adik-adik menyampaikan aspirasinya.

Yakinlah bahwa Polri tidak akan mencelakai adik-adiknya. Yakinlah Polri itu sudah profesional, kita adalah negara hukum apabila ada tindakan- tindakan Polri di luar dari proses hukum yang sebenarnya atau di luar koridor hukum
 akan kita lakukan tindakan tegas. Oleh sebab itu semua bisa memotret, bisa mendokumentasikan apa tindak dan kesalahan yang terjadi di lapangan," terang Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyan.

Sebelum aksi berakhir, massa aksi langsung menyalami satu persatu anggota polisi yang berada di depan mereka, bahkan dalam aksi ini, Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah menjadi rebutan para mahasiswa mahasiswi untuk berpoto.

Usai massa membubarkan diri, para anggota polisi dipimpin Kapolresta Palembang, melakukan aksi bersih -bersih di sekitaran lokasi demo di depan pintu masuk Mapolda Sumsel. (Ly)