Bangunan GOR Banyuasin Terbengkalai

Bangunan GOR Banyuasin Terbengkalai
MS/DARMA Rencana konstruksi banguna gedung olahraga yang dibangun di atas Bumi Sedulang setudung Banyuasin.

Anggaran Rp 14,8 Miliar Baru Terbangun Tiang

BANYUASIN, MS.com -- Rencana bangunan gedung olahraga (GOR) di Bumi Sedulang Setudung, terbengkalai. Hingga kini baru pondasi dan tiang penyangga konstruksi baru selesai dibangun.

Pantauan wartawan, Senin (17/6) bangunan konstruksi ratusan tiang yang mencakar langit tidak tampak sebuah bangunan yang megah karena, baru terlihat tiang-tiang antara tiang pondasi ke tiang lainnya yang tegak lurus.

 Setelah dilihat dari dekat, barulah terlihat bangunan megah yang telah menghabiskan anggaran dari APBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp 14,8 miliar.

Demikian, bahan bangunan seperti tiang pancang, paki bumi berserakan ada dimana-mana bertumpukan. Dan lokasi rencana gor ini, bahkan dijadikan tempat mesum oleh oknum remaja dan juga sihidung belang. Karena, di lokasi rencana gedung olahraga ditemukan pembalut wanita dan kondom bersebaran.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Banyuasin, Merki Bakri mengatakan saat ini Pemkab Banyuasin akan berupaya untuk mencari anggaran untuk melanjutkan pembangunan GOR yang pernah dibangun sejak tahun 2014 lalu.

"Kata Bupati GOR itu akan dibantu oleh PT BA melalui dana CSR sebesar Rp 60 miliar, jadi kita menunggu dana itu untuk melanjutkan pembangunan nanti," kata Merki seraya menambahkan karena tidak mungkin hanya mengandalkan APBD Banyuasin.

Pembangunan gedung olahraga akan diproyeksikan pada tahun 2020 akan datang. 
Karena pembangunan GOR ini merupakan salah satu prioritas, dan ditargetkan selesai dalam waktu yang singkat. 

"Selama ini, Pemkab telah berjuang mencari anggaran ke Pemerintah Pusat, hanya selama ini terkendala Asean Games. Jadi anggaran banyak tersedot di kegiatan itu, tapi kita hanya dibantu GOR Mini," ujarnya seraya meralat bahwa bukan terbengkalai tetapi tertunda.

Terpisah, Ketua Jaringan Pemerintah Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Provinsi Sumsel Hendra Saputra mengatakan, bahwa seyogianya pemerintah harus merencanakan pembangunan lebih menguntungkan dan dirasakan masyarakat, jangan bertahun-tahun terbengkalai. 

"Bangunan ini sudah 5 tahun terbengkalai, dan menghabiskan dana Rp 14,8 miliar, bukan uang sedikit. Saya yakin ada apa dan dimana tersendat keuangan sebanyak itu. Ini harus menjadi sasaran dari pihak penyidik terkait keuangan pembangunan proyek GOR yang tak jelas," tandasnya. (ydp)