5 Perampok Asal Indonesia Ditangkap Usai Beraksi Selama 10 Bulan di Malaysia

5 Perampok Asal Indonesia Ditangkap Usai Beraksi Selama 10 Bulan di Malaysia
(Foto Ist)

KUALA LUMPUR, MEDIASRIWIJAYA.com - Sedikitnya lima perampok asal Indonesia ditangkap otoritas Malaysia. Kawanan perampok yang dijuluki sebagai 'Gang Steady' ini telah meneror warga di Georgetown, Penang, selama 10 bulan terakhir.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Rabu (23/10/2019), kelompok perampok yang beranggotakan lima warga negara Indonesia (WNI) ini disebut dipimpin oleh seorang pria dari Batam. Pria itu disebut berusia 56 tahun, namun identitasnya tidak diungkap lebih lanjut.

Kawanan perampok ini banyak menargetkan rumah-rumah di kawasan Bukit Gambier, Jelutong dan Balik Pulau, yang semuanya ada di wilayah Georgetown, Penang, Malaysia. Dalam aksinya, para perampok ini bersembunyi di area perbukitan sebelum menyusup masuk ke rumah-rumah warga dan merampok barang-barang berharga di dalamnya saat dini hari.Dilansir dari Detik.com

Dengan bersenjatakan parang, pisau dan arit, para perampok ini akan mengikat korbannya sebelum merampok rumah mereka. Usai beraksi, kawanan perampok ini kembali ke area perbukitan dengan berlari. Aksi jahat kawanan perampok ini berakhir pada Senin (21/10) waktu setempat, saat tiga perampok di antaranya ditangkap di sebuah terminal bus Hentian Duta di Kuala Lumpur. Mereka ditangkap sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Setelah polisi menginterogasi ketiga perampok ini, dua perampok lainnya yang bersembunyi di area perbukitan di Bukit Gambier berhasil ditangkap.

Kepala Divisi Investigasi Kriminal (CID) Kepolisian Penang, Asisten Komisioner Senior Zainol Samah menyatakan keyakinan polisi bahwa sedikitnya 13 kasus perampokan terpecahkan dengan penangkapan lima perampok ini.

Barang-barang hasil rampokan yang berhasil ditemukan ditaksir bernilai sekitar 500 ribu Ringgit (Rp 1,6 miliar), yang terdiri atas 20 smartphone dan tablet, pakaian dan tas bermerek, jam tangan dan kacamata hitam mewah, perhiasan mewah, hingga uang tunai dengan mata uang asing dan lokal.

"Para tersangka akan memperingatkan para korbannya untuk tetap tenang dan tidak melakukan perlawanan karena mereka hanya menginginkan uang," sebut Zainol Samah dalam pernyataannya.

"Kami menemukan lokasi tersangka dalam sebuah operasi berkode 'Ops Rantau Steady'. Kami mengidentifikasi tiga tersangka di antaranya menaiki sebuah bus cepat di terminal bus Sungai Nibong menuju Larkin, Johor," ujarnya.

"Polisi kemudian mengikuti bus tersebut hingga terminal bus Hentian Duta di Kuala Lumpur sebelum melakukan penangkapan. Dengan informasi dari tersangka yang ditangkap terlebih dulu, tim kepolisian menangkap dua tersangka lainnya di area hutan di belakang Universiti Sains Malaysia di Bukit Gambier," imbuhnya.

Ditambahkan Zainol Samah dalam pernyataannya bahwa dua tersangka berasal dari Batam, sedangkan tiga tersangka lainnya berasal dari Riau. Usia kelima tersangka disebut antara 29-56 tahun.

"Beberapa dari mereka merupakan buruh dan pekerja konstruksi. Mereka akan ditahan hingga 3 November untuk membantu penyelidikan," sebutnya.
(Net)